alat musik dari cirebon

Hai kawan semoga kalian sehat selalu, Kali ini ane mau memberitahu informasi tentang alat musik dari cirebon lengkap dengan isi didalamnya. Sebelum menuju kepada konten alat musik dari cirebon ada baiknya kita tengok dulu tentang alat musik dari cirebon tersebut.
alat musik dari cirebon memang sedang ramai diperbincangkan saat ini, Mengingat alat musik dari cirebon yang mau aku bagikan ini sangat penuh isi dengan informasi didalamnya. Dijaman modern ini banyak sekali teknologi yang super canggih, mulai dari Smartphone yang agan miliki sudah bisa melakukan apa saja di tangan yang agan pegang itu. Baik itu mencari sains,teknologi,matematika,pencarian umum,fisika semuanya ada di Hp kalian.
Pembahasan kali ini juga merupakan bagian dari konten yang sudah banyak di dunia internet yang kamu pegang. Tentunya artikel yang akan saya bagikan sangat berbeda dari blog sebelah yang lainnya, Sangat lengkap dan menjanjikan.
Oke tidak perlu berlama lama lagi, langsung saja ke pokok intinya, Inilah informasi alat musik dari cirebon lengkap dengan isinya.

Tari topeng adalah salah satu tarian tradisional yang ada di Cirebon. Tari ini dinamakan tari topeng karena ketika beraksi sang penari memakai topeng. Konon pada awalnya, Tari Topeng diciptakan oleh sultan Cirebon yang cukup terkenal, yaitu Sunan Gunung Jati. Ketika Sunan Gunung Jati berkuasa di Cirebon, terjadilah serangan oleh Pangeran Welang dari Karawang. Pangeran ini sangat sakti karena memiliki pedang Curug Sewu. Melihat kesaktian sang pangeran tersebut, Sunan Gunung Jati tidak bisa menandinginya walaupun telah dibantu oleh Sunan Kalijaga dan Pangeran Cakrabuana. Akhirnya sultan Cirebon memutuskan untuk melawan kesaktian Pangeran Welang itu dengan cara diplomasi kesenian.
Berawal dari keputusan itulah kemudian terbentuk kelompok tari, dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penarinya. Setelah kesenian itu terkenal, akhirnya Pangeran Welang jatuh cinta pada penari itu, dan menyerahkan pedang Curug Sewu itu sebagai pertanda cintanya. Bersamaan dengan penyerahan pedang itulah, akhirnya Pangeran Welang kehilangan kesaktiannya dan kemudian menyerah pada Sunan Gunung Jati. Pangeran itupun berjanji akan menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati yang ditandai dengan bergantinya nama Pangeran Welang menjadi Pangeran Graksan. Seiring dengan berjalannya waktu, tarian inipun kemudian lebih dikenal dengan nama Tari Topeng dan masih berkembang hingga sekarang
Dalam tarian ini biasanya sang penari berganti topeng hingga tiga kali secara simultan, yaitu topeng warna putih, kemudian biru dan ditutup dengan topeng warna merah. Uniknya, tiap warna topeng yang dikenakan, gamelan yang ditabuh pun semakin keras sebagai perlambang dari karakter tokoh yang diperankan. Tarian ini diawali dengan formasi membungkuk, formasi ini melambangkan penghormatan kepada penonton dan sekaligus pertanda bahwa tarian akan dimulai. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju-mundur yang diiringi dengan rentangan tangan dan senyuman kepada para penontonnya.

Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan membelakangi penonton dengan menggoyangkan pinggulnya sambil memakai topeng berwarna putih, topeng ini menyimbolkan bahwa pertunjukan pendahuluan sudah dimulai. Setelah berputar-putar menggerakkan tubuhnya, kemudian para penari itu berbalik arah membelakangi para penonton sambil mengganti topeng yang berwarna putih itu dengan topeng berwarna biru. Proses serupa juga dilakukan ketika penari berganti topeng yang berwarna merah. Uniknya, seiring dengan pergantian topeng itu, alunan musik yang mengiringinya maupun gerakan sang penari juga semakin keras. Puncak alunan musik paling keras terjadi ketika topeng warna merah dipakai para penari.
Setiap pergantian warna topeng itu menunjukan karakter tokoh yang dimainkan, misalnya warna putih. Warna ini melambangkan tokoh yang punya karakter lembut dan alim. Sedangkan topeng warna biru, warna itu menggambarkan karakter sang ratu yang lincah dan anggun. Kemudian yang terakhir, warna merah menggambarkan karakter yang berangasan (temperamental) dan tidak sabaran. Dan busana yang dikenakan penari biasanya selalu memiliki unsur warna kuning, hijau dan merah yang terdiri dari toka-toka, apok, kebaya, sinjang, dan ampreng
KOMPAS.com – Tifa merupakan salah satu alat musik tradisional khas Papua. Tifa diwariskan secara turun temurun bersamaan dengan kisah kepercayaan menurut beberapa suku yang ada di Papua. Alat musik tradisional khas Papua ini sekilas mirip dengan tifa dari Maluku.

Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen itar(gitar) dan suling (seruling) serta istilah Yen wis mlatar gage eling (Andai banyak berdosa segera bertaubat). Asal-usul tarling mulai muncul sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Ya, tifa adalah alat musik tradisional dari Papua. Tifa berbentuk seperti tabung dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan. Di Indonesia juga terdapat bermacam-macam alat musik tradisional yang menjadi ciri khas dan keunikan bagi masing-masing daerah. Musik merupakan salah satu hal yang dekat dengan masyarakat.
Salah satu contoh budaya asli Papua Barat dalam bidang kesenian adalah alat musik Guoto. Dilansir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Guoto adalah alat musik kordofon atau yang dimainkan dengan cara dipetik dan suaranya berasal dari getaran dawai atau senar yang dipetik.






























































































Gimana?, sesuai bukan artikelnya?. Jikalau agan ada pertanyaan tentang alat musik dari cirebon lebih dalam lagi, para agan bisa tanya jawab di sini untuk memantapkan lagi blog saya ini yang baru tahap newbie. Semoga dengan adanya pembahasan alat musik dari cirebon ini, para pemirsa permasalahannya bisa diatasi dan terhibur berkat adanya artikel ini.
Sekian dari aku, Semoga topik tentang alat musik dari cirebon ini bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya. Ending kata. Terimakasih untuk semuanya.
Posting Komentar untuk "alat musik dari cirebon"