alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu

Hey teman semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja, Saat ini aku akan share informasi tentang alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu lengkap dengan isi didalamnya. Akan tetapi sebelum melangkah kepada konten alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu alangkah baiknya kita tengok dulu tentang alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu tersebut.
alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu memang sedang banyak diperbincangkan saat ini, Mengingat alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu yang akan aku bagikan ini sangat lengkap dengan informasi detailnya. Dijaman kini sudah banyak teknologi yang sangat canggih, bisa dari Smartphone yang agan punya sangat bisa melakukan apapun di tangan yang agan pegang tersebut. Baik itu mencari sains,teknologi,matematika,pencarian umum,fisika semuanya ada di Smartphone kalian.
Pembahasan kali ini juga merupakan bagian dari artikel yang sudah ramai di dunia internet yang kamu pegang. Tentunya artikel yang akan ane bagikan sangat berbeda dari blog yang lainnya, Sangat lengkap dan menjanjikan.
Oke tidak perlu panjang lebar lagi, langsung saja ke pokok intinya, Inilah informasi alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu lengkap dengan gambar dan isinya.

Alat Musik dari Bambu Asli Indonesia - Bambu adalah tanaman yang sudah dikenal di masyarakat dunia. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 60 spesies bambu yang dapat kita temui dari sekitar 1000 spesies bambu yang ada di dunia. Karena bahan bambu yang sangat mudah ditemukan di alam Indonesia dan sifat bambu yang mudah dibentuk, ringan serta awet, tidak heran jika bambu banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan. Dari mulai senjata (bambu runcing), bahan bangunan, bahan kerajinan dan tidak sedikit yang dijadikan sebagai alat musik. Alat musik dari bambu asli Indonesia ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanyaalat musik tradisional, saat ini alat musik modernpun kembali digali dan dikreasikan dari bahan bambu. Seperti yang dilakukan oleh Indonesian Bamboo Community. Namun sayangnya, alat musik tradisional dari bambu ini, sebagian sudah hampir punah dan bahkan masyarakat sendiri tidak mengetahui akan instrument musik yang ada di daerahnya.
Jawa Barat merupakan gudangnya alat musik dari Bambu. Bambu merupakan tanaman yang sangat mudah ditemukan di alam parahyangan ini, sehingga tidak heran jika kebudayaan masyarakat sunda sangat lekat dengan jenis tanaman rumpun ini. Lalu apa saja alat musik bambu yang berasal dari Jawa Barat ?
Alat musik angklung ini merupakan icon dan kebanggaan Jawa Barat. Alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang ini sudah dikenal masyarakat Internasional. Bahkan PBB melalui UNESCO telah menetapkan alat musik angklung sebagai alat musik asli Indonesia. Di Jawa Barat sendiri khususnya di kota Bandung, terdapat sebuah sentra angklung yaitu di Saung Angklung Mang Udjo yang beralamat di Jl. Padasuka 118 Bandung 40192 Telp. (022) 7271714 Faks. (022) 720 1587.

Calungadalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Apabila angklung dimainkan dengan cara digoyang, alat musik calung dari Jawa Barat ini dimainkan dengan cara memukul batang bambu yang tersusun sesuai dengan laras nada. Alat musik ini dibuat dari bambu hitam (awi wulung) namun ada beberapa yang dibuat juga dari bambu putih (awi temen).
Suling merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Hampir semua daerah yang ada di Indonesia ini memiliki alat musik tiup suling. Namun demikian masing - masing daerah memiliki ciri khas dan nama tersendiri. Untuk lebih memudahkan maka kali ini saya akan tuliskan saja Suling Sunda. Yang membedakan dari suling sunda adalah selain bentuknya juga bunyi dan alunan nada yang dihasilkan begitu merdu dan mendayu-dayu. Suara instrumen musik tatar sunda ini memiliki arti dan kharakter khusus bagi masyarakat Jawa Barat. Tak heran jika Sobat berkunjung ke rumah makan sunda, alunan suling ini akan makin membawa suasana yang berbeda. Suling sunda yang paling baik dibuat dari jenis bambu/awi tamiang. Awi tamiang sendiri ada 2 jenis yaitu awi tamiang biasa dan awi tamiang urat emas. Tamiang urat emas merupakan jenis bambu yang paling baik karena selain bambunya tipis, pada badan bambu terdapat garis-garis berwarna kuning (bercak-bercak) yang menciptakan tekstur unik.
Provinsi Jawa Barat sangat terkenal dengan segala macam kebudayaannya. Seperti wayang golek, tari jaipong, rampak gendang, dan masih banyak lagi. Semua kebudayaan Jawa Barat tentu saja juga diiringi oleh lantunan musik yang dimainkan dengan alat musik tradisional.

Alat musik tradisional Jawa Barat sangat beragam. Mulai dari angklung, kendang, calung, hingga yang lainnya. Namun mungkin kamu tidak menyadari bahwa alat musik tradisional yang biasa kamu lihat atau mainkan ternyata dari Jawa Barat.
Siapa yang menyangka jika ternyata alat musik tradisional Jawa Barat yang satu ini sudah dikenal sejak abad ke-9 masehi. Menurut sejarah, rebab dibawa oleh para pedagang Timur Tengah yang berlayar ke Indonesia.
Pada awal kemunculannya, rebab adalah alat musik tradisional berbahan dasar tembaga dan memiliki tiga buah senar atau dawai. Namun, lama kelamaan Rebab berubah dengan menggunakan bahan dasar kayu dan berbentuk seperti busur panah.





























































































Bagaimana?, mantap bukan artikelnya?. Kalau agan ada pertanyaan soal alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu lebih dalam lagi, kamu bisa kasih masukan di kolom komentar untuk memperbaiki lagi blog saya ini yang masih tahap pemula. Saya berharap dengan adanya konten alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu tersebut, para pemirsa permasalahannya bisa diatasi dan terhibur berkat adanya artikel ini.
Sekian dari saya, Semoga artikel tentang alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu tersebut bisa bermanfaat bagi agan semuanya. Akhir kata. See a untuk semuanya.
Posting Komentar untuk "alat musik tradisional jawa barat yang terbuat dari bambu"